Minggu, 26 Februari 2017

Tips Mengobati Batuk Menggunakan Kencur

manfaat kencur
image by kencur.orgg

Batuk seringkali menganggu aktifitas maupun saat kita beristirahat. Tidak hanya itu saja, tidak jarang batuk juga menganggu orang lain. Belum lagi kita harus menggunakan masker atau setidaknya menutup mulut saat batuk untuk menghormati orang lain agar tidak tertular. Berbagai upaya pun dilakukan untuk meredakannya.

Nah, salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah mengobatinya menggunakan obat herbal atau dari alam. Ada banyak obat herbal yang dipercaya untuk mengobati batuk salah satunya adalah kencur. Kelebihan menggunakan obat herbal tentu saja tanpa efek samping dan aman diminum siapa saja.

Berikut ini, saya akan berbagi tips mengobati batuk menggunakan kencur. Kebetulan saya sering mempraktikkannya ketika batuk menyerang, sehingga tips ini benar-benar dilakukan bukan hanya sekedar berbagi tips. 

1. Siapkan 3-4 rimpang kencur. Kita bisa membelinya di pasar tradisional atau bahkan swalayan. 

2. Kemudian cuci bersih dari sisa-sisa tanah yang menempel.

3. Lalu parut dan peras untuk diambil airnya.

4. Tambahkan sedikit garam dan minum sedikit demi sedikit.

5. Cara ini bisa dilakukan sebanyak 3 x sehari atau sesuai kebutuhan.

6. Lakukan secara rutin dan hindari makanan maupun minuman yang semakin memperparah batuk anda misalnya gorengan, makanan terlalu banyak penyedap, minuman manis dan dingin dan lainnya.

7. Imbangi dengan banyak minum air putih dan makanan bergizi serta istirahat teratur.

Selamat mencoba dan semoga segera sembuh setelah mempraktikkan tips mengobati batuk menggunakan kencur tersebut.


Baca juga :
Manfaat Mengenal Tanaman Herbal Sejak Dini
Kunyit : Jamu Tradisional yang Banyak Dikenal

Kamis, 23 Februari 2017

Tips Mengendalikan Kadar Kolesterol dalam Darah

tips mengendalikan kolesterol
image by sehatbugabersama.com

Setelah mengetahui mengenai kolesterol, lemak maupun berapa level aman kolesterol dalam darah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. 

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu :

Kurangi bahkan stop kebiasaan merokok. Tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain. 

Sebaiknya mengurangi asupan lemak jenuh yang memang sangat berperan meninggkatkan kolesterol jahat dalam darah.

Apabila memiliki berat badan berlebih ada baiknya untuk mencoba menurunkan berat badan atau hindari kegemukan atau setidaknya perhatikan gaya hidup seperti hindari ngemil.

Mengontrol kadar kolesterol maupun tekanan darah. Artinya kita harus memeriksa kadar kolesterol dan tekanan darah secara rutin atau setidaknya kenali tanda-tanda ketika kadar kolesterol jahat maupun tekanan darah tinggi maupun rendah. Sehingga bisa segera mengantisipasinya dengan makanan yang dikonsumsi bahkan pengobatan secara medis.

Meningkatkan aktifitas fisik yang dilakukan. Berikan waktu bagi tubuh untuk berolahraga. Misalnya bersepeda seminggu sekali, joging setiap pagi, dan seterusnya.

Perbanyak konsumsi makanan berlemak jenuh ganda, sayuran, buah-buahan. 

Cara-cara tersebut hanyalah beberapa cara yang bisa dilakukan. Namun perlu juga diinggat faktor dari dalam seperti stress juga bisa berpengaruh. Gaya hidup saat ini merupakan penyebab utama kadar kolesterol tinggi. Sehingga selain memperhatikan asupan makanan, perhatikan pula seberapa sering berolahraga dan bagaimana kualitas tidur kita. 


Baca juga :

Selasa, 21 Februari 2017

Mengetahui Level Aman Kolesterol dalam Darah

level aman kolesterol
image by medicalogy..com
Kita tidak pernah mengetahui berapa kadar lemak jenuh maupun tidak jenuh yang kita konsumsi sehari-hari. Kita tentunya juga jarang sekali menghitung berapa kadar kalori, lemak, karbohidrat yang kita konsumsi sehari-hari. Belum lagi berapa sering aktifitas fisik atau olahraga yang kita lakukan.

Tidak ada salahnya secara rutin pun melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah sehingga kita pun menjadi lebih waspada terhadap kesehatan kita. Lalu sebenarnya berapa level kolesterol yang aman dalam darah?

Berikut ini level kolesterol dalam miligram per deciliter darah (mg/dl) :
Level kolesterol dalam darah :
Batas normal atau ideal : < 200 mg/dl
Batas sebelum risiko : 200 – 239 mg/dl
Batas risiko tinggi : > 240 mg
Level kolesterol LDL atau kolesterol jahat :
Batas normal atau ideal : < 130 mg/dl
Batas sebelum risiko : 130 – 159 mg/dl
Batas risiko tinggi : > 150 mg/dl
Level kolesterol HDL atau kolesterol baik :
Level kolesterol HDL pada wanita : 50 – 60 mg/dl
Level kolesterol HDL pada pria : 40 – 50 mg/dl
Level trigliserida (jumlah lemak yang bersirkulasi dalam darah) :
Level normal : < 150 mg/dl
Batas tinggi : 159 – 199 mg/dl
Level tinggi : 200 – 499 mg/dl
Level sangat tinggi : >500 mg/dl

Nah, jika ingin mengetahui kadar kolesterol dalam darah, kita juga perlu mengetahui secara detail berapa level kolesterol secara umum, berapa level kolesterol LDL, HDL dan trigliserida kita. Sehingga lebih mudah bagi kita untuk mengatur makanan yang dikonsumsi sehari-hari, aktifitas fisik atau olahraga yang kita lakukan bahkan mungkin bisa dijadikan rujukan untuk pengobatan pada dokter terkait.

Mengenal Lemak Jenuh, Tak Jenuh dan Fitosterol

lemak
image by duniafitnes.com

Ketika berbicara mengenai kolesterol maka tidak akan lepas juga dengan peran serta lemak jenuh dan tak jenuh yang kita konsumsi. Semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi maka semakin tinggi potensi kadar kolesterol jahat dalam darah. Itulah mengapa perlu kiranya untuk mengetahui apa itu lemak jenuh dan tak jenuh agar lebih bijak menentukan makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Lemak jenuh
Lemak ini pada suhu ruangan memiliki bentuk padat. Lemak ini dikenal juga sebagai lemak jahat. Banyak ditemui pada produk hewani misalnya saja susu murni, daging, jerohan, dan sebagainya. Semakin tinggi konsumsi jenis makanan tersebut maka semakin tinggi pula kadar kolesterol jahat dalam darah dan semakin besar pula risiko terkena penyakit jantung atau penyakit kardiovaskuler lainnya.

Lemak tidak Jenuh
Lemak ini pada suhu ruangan berbentuk cair atau setidaknya tetap berbentuk lunak. Lemak tak jenuh inipun ada dua jenis yaitu 

Lemak tidak jenuh tunggal. Lemak ini netral terhadap kolesterol. Beberapa sumber lemak tidak jenuh tunggal yaitu minyak kelapa sawit, minyak zaitun, minyak kacang tanah dan lainnya.
Lemak tidak jenuh ganda. Lemak ini bisa juga disebut sebagai lemak yang baik karena mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Beberapa sumber lemak tidak jenuh ganda ini adalah minyak pada biji-bijian seperti minyak kedelai, minyak bunga matahari dan minyak jagung. Bisa juga diperoleh pada buah alpukat.

Bagaimana? Suka makanan berlemak? Sebaiknya mulai pilih-pilih jenis makanan berlemak yang kita konsumsi. Perlu diketahui bahwasanya konsumsi lemak per hari adalah 20 persen dari total energi dimana 10 persen merupakan lemak jenuh dan 10 persen lemak tidak jenuh. 

Lalu apa yang disebut dengan Fitosterol?
Fitosterol merupakan minyak nabati yang memiliki struktur mirip kolesterol dan dapat diserap saluran pencernaan. Asupan fitosterol ini berbanding terbalik dengan konsentrasi kolesterol dalam darah. Ketika kolesterol dalam darah tinggi maka tubuh akan menyerap betakaroten yang selama ini membentuk protein pada saat proses metabolisme. Peran betakaroteen ini mampu menurunkan kolesterol jahat. Nah, fitosterol ini berperan untuk menghambat penyerapan kolesterol dalam usus. Sehingga jumlah kolesterol jahat dalam darah pun berkurang.

Fitosterol ini bisa diperoleh pada sayuran, kacang-kacangan, susu kedelai maupun gandum. Kita pun perlu memperbanyak konsumsi makanan sumber fitosterol karena fitosterol ini diperlukan tubuh untuk menurunkan penyerapan kolesterol. Sehingga dapat mencegah pembentuk kolesterol jahat maupun konsentrasi kolesterol jahat dalam darah.

Senin, 20 Februari 2017

Mari Mengenal Kolesterol!

kolesterol
image by cantikitu.com

“Awas kolesterol!”, “Jangan makan jerohan nanti kolesterol naik!” kata-kata tersebut seringkali kita dengar, namun sudah tahukah apa sebenarnya kolesterol itu? mengapa kita harus berhati-hati dengan kolesterol tinggi? Benarkah kolesterol tidak diperlukan tubuh sehingga perlu dihindari? nah, untuk menjawab beberapa pertanyaa tersebut tidak ada salahnya kita mempelajari lebih lanjut apa sebenarnya kolesterol itu.

Apa itu Kolesterol?
Kolesterol merupakan jenis lemak yang memiliki warna kekuningan berupa lilin. Kolesterol ini diproduksi oleh tubuh khususnya di dalam hati. Kolesterol ini diperlukan untuk memberikan lapisan bagian luar sel, cairan empedu dan sebagainya. 

Nah, dalam darah kolesterol tersebut beredar bersama lipoprotein atau lemak yang memiliki selaput protein. Ada jenis lipoprotein yang beredar bersama kolesterol yaitu :

Lipoprotein memiliki kepadatan tinggi atau High Density Lipoprotein (HDL) biasa dikenal dengan sebutan kolesterol baik. Lipoprotein ini memiliki kandungan protein yang tinggi, dimana memiliki fungsi untuk mengalirkan kolesterol hingga 30 persen ke seluruh tubuh selain itu juga mengangkut sisa-sisa kolesterol setelah digunakan tubuh.

Lipoprotetin yang memiliki kepadatan rendah atau Low Density Lipoprotein (LDL) biasa dikenal dengan sebutan kolesterol jahat. Lipoprotein ini memiliki kandungan protein yang rendah. Inilah mengapa LDL disebut berbahaya karena beredar dalam darah dan mampu menimbun lemak bahkan meninggalkan kelebihan lemak pada dinding pembuluh darah. Ketika kadar LDL tinggi maka penimpunan lemak yang terjadi akan membuat saluran darah semakin sempit bahkan bisa memicu penyakit jantung.

Bagaimana? Sudah tercerahkan dengan namanya kolesterol? Melalui informasi tersebut bisa diketahui bahwasanya kolesterol memang sudah diproduksi oleh tubuh kita dan memang diperlukan. Namun ada kondisi tertentu yang membuat kolesterol itu tidak baik bagi tubuh. Berarti kita pun tidak perlu khawatir untuk tetap bisa mengonsumsi makanan berlemak namun dengan jumlah dan frekuensi yang wajar serta diimbangi dengan sayuran dan olahraga. Untuk diketahui batas kolesterol yang aman dikonsumsi antara 200 – 239 mg/hari.

Sumber :
Booklet boga Majalah Kartini edisi 2205 

Sabtu, 18 Februari 2017

Fashion Tepat, Tulang Sehat

kesehatan tulang
image by fashionkita.com
Siapa si yang tidak mau tampil gaya? Selalu up date gaya terbaru layaknya fashion bloger, public figure, sosok yang diidolakan dan mampu menarik perhatian semua orang sehingga bisa tampil percaya diri. Namun tampilan luar hendaknya tidak selalu diutamakan, harus didukung juga dukungan dari dalam.  Sehingga perlu memperhatikan asupan makan untuk kesehatan fisik dan perhatikan pula kebiasaan sehari-hari.

Jika sebelumnya telah membaca 5 Kebiasaan yang Membuat Kualitas Tulang Menurun tentu sudah mengetahui beberapa kebiasaan yang memang bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan khususnya kesehatan tulang.

Nah, terkait dengan pilihan fashion tentu juga perlu diperhatikan. Jadi tidak hanya sekedar tampil gaya saja tetapi juga sehat dan tampil segar dilihat mata. Tampil dengan pilihan mix and match mulai dari atasan, bawahan maupun aksesori memang akan memberikan tampilan yang sempurna. Tapi jangan lupa aware pula dengan kesehatan.

Jika memang tidak bisa meninggalkan penggunaan high heels untuk aktifitas kuliah maupun kerja, sebaiknya pilih stiletto dengan bijak. Perlu kamu ketahui bahwasanya semakin tinggi heels pada sepatu maka akan semakin berat pula beban yang harus ditanggung tulang. Bandingkan : Pada heels 8 cm akan memberikan tekanan 78 persen pada kaki bagian depan, sedangkan pada heels 3 cm akan memberikan tekanan kaki bagian depan sebanyak 22 persen. Nah, sebaiknya bijak memilih, dalam seminggu selang-seling saja penggunaan heels jika memang benar-benar tidak bisa meninggalkannya.

Bagi perempuan selain heels, tas juga termasuk fashion yang tidak bisa diabaikan. Perlu diingat bahwa beban yang terlalu berat hanya di salah satu sisi bagian tubuh juga akan berpengaruh terhadap tulang. Coba cari di google mengenai big bag syndrome dan poshitis atau Victoria Beckham heavy handbag syndrome, pasti akan ternganga. Jadi tidak ada salahnya untuk mengistirahatkan tulang bahu dan tulang belakang.

Manfaatkan hari libur untuk memberikan istirahat bagi tulang, bebaskan mereka dari beban berat dan juga sepatu high heels.  Manfaatkan untuk menabung tulang dan berikan exercise bagi tulang dan otot sekitar tulang. Sekedar jogging, jalan santai, bersepeda maupun pemanasan ringan di bawah sinar matahari pagi. 

Jangan lupakan juga batasi konsumsi kafein dan alkohol, tetapi perbanyak konsumsi makanan sehat dan istirahat teratur!!



5 Kebiasaan yang Membuat Kualitas Tulang Menurun

kesehatan tulang
image by benefit.co.id
Sebelumnya pada artikel Seberapa Besar Bentuk Perhatianmu Terhadap Tulangmu? telah sedikit disinggung bahwasanya seringkali kita mengabaikan beberapa kebiasaan kita yang sebenarnya kurang baik untuk tulang, khususnya jika dilakukan berulangkali dan berakibat kurang baik dalam jangka panjang.

Nah, kali ini akan dibahas apa saja sebenarnya 5 Kebiasan yang Membuat Kualitas Tulang Menurun dan kita seringkali mengabaikannya dengan berbagai alasan termasuk diantaranya karena alasan penampilan. Berikut ini beberapa kebiasaan tersebut :

1. Penggunaan Alas Kaki Berhak Tinggi. Menggunakan sepatu atau sandal berhak tinggi memang akan membuat tampilan seorang wanita tampak lebih anggun, tampil feminin dan elegan. Apalagi jika ditambah dengan perpaduan pakaian dan make up yang tepat, sudah pasti akan membuat mata terpana melihatnya. Namun kebiasaan ini dalam jangka panjang akan membuat kaki terasa pegal dan bisa menganggu tulang belakang kita.

2. Kebiasaan Menyilangkan Kaki Saat Duduk. Bagi seorang wanita, duduk menyilangkan kaki juga membuat mereka terlihat lebih anggun, adakalanya dilakukan juga untuk menghemat tempat duduk karena banyak orang yang akan duduk. Tidak hanya perempuan saja yang memiliki kebiasaan duduk dengan menyilangkan kaki, kebiasaan ini juga dilakukan oleh pria. Mengapa kebiasaan duduk menyilangkan kaki memberikan efek buruk bagi tulang? Karena kebiasaan tersebut telah memberikan tekanan yang berlebihan terhadap salah satu bagian tulang. Tidak jarang bisa mengakibatkan terganggunya pelvic, tulang belakang dan pinggul.

3. Penggunaan Tas di Salah Satu Sisi secara Berlebihan. Penggunaan tas wanita maupun pria di salah satu sisi saja bisa menimbulkan efek buruk bagi tulang khususnya pada bahu dan tulang belakang. Ini pentingnya memiliki tas lebih dari satu, ketika harus membawa beban berat bisa menggunakan tas punggung yang ditopang dua bahu, jika beban ringan atau nyaris tidak membawa beban maka bisa membawa tas di salah satu sisi saja.

4. Melakukan Pengaturan Pola Makan atau Diet yang Terlalu Ekstrim. Memiliki tubuh ideal memang dambaan setiap orang. Namun memiliki tubuh yang sehat sebaiknya lebih diutamakan. Seimbang asupan gizi dan mineral termasuk kalsium dan vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang.

5. Terlalu Lama Berkutat di Depan Layar Komputer. Jika memiliki pekerjaan sebagai penulis, desain grafis, editor, atau gamer akan membuat lebih sering duduk di depan komputer. Selain berdampak pada kesehatan mata juga akan berdampak pada kesehatan otot, sendi maupun tulang ketika nonstop tanpa istirahat di depan komputer.

Bagaimana? Manakah diantara 5 Kebiasaan yang Membuat Kualitas Tulang Menurun yang kamu lakukan? Mungkin sudah saat mengatur ulang kebiasaan kita untuk kualitas kesehatan tulang kita yang lebih baik. 


Baca juga :