Senin, 22 April 2013

Perlukah Seorang Konsultan Marketing?


Melalui sebuah situs Personal Branding Agency, Indscript Creative dijelaskan bahwasanya dunia marketing merupakan wilayah dinamis yang sangat membutuhkan banyak pemikiran dan strategi. Marketing bisa dikatakan juga sebagaiujung tombak bagi bergulirnya arus keuangan. Sebuah produk yang berkualitas apabila tidak dipasarkan maka tidak akan dapat menjadi uang. Itulah sebabnya marketing telah menjadi layaknya napas bagi sebuah usaha. Hanya saja untuk menghasilkan strategi market yang jitu tidak jarang bukanlah hal mudah. Lalu perlukah seorang konsultan marketing?

Sebagaimana telah disebutkan di atas, untuk menciptakan taktik dan teknik di dalam berdagang membutuhkan ide-ide segar dan dinamis. Tidak jarang seorang pengusaha yang pandai menciptakan produk yang berkualitas namun kebingungan saat harus menjual ataupun mendistribusikan produk tersebut. Mungkin Anda mengira bahwasanya perusahaan yang sudah maju dan mapan tidak memerlukan seorang konsultan marketing. Padahal fungsi dari seorang konsultan di sini bukan hanya sekadar memberikan arahan dan masukan mengenai cara memasarkan produk, melainkan dapat membantu merumuskan sebuah solusi masalah, membuat eksekusi cara bertindak dan masih banyak lagi.

Adanya konsultan marketing membuat perusahaan dapat terbantu secara pemikiran. Tidak jarang pelaku usaha terjebak dalam hal teknis di lapangan. Padahal untuk membuat sebuah produk laris manis juga diperlukan strategi yang andal.

Pada saat berpikir atau berbicara mengenai kondisi kas keuangan adakalanya seorang pebisnis bertanya, perlukan seorang konsultan marketing? Tentu saja sangat perlu. Anda tidak perlu merisaukan sejumlah kecil dana yang dikeluarkan untuk konsultasi. Mengapa? Karena nilainya pasti tidak sebanding dengan omzet yang berhasil diraup setelah adanya konsultasi mengenai marketing yang telah dilakukan. Sehingga ketika Anda melakukan konsultasi ibaratnya telah mengeluarkan 1 rupiah kemudian hasil yang dicapai ternyata lebih dari 100 %, maka dimana letak ruginya?

Minggu, 21 April 2013

Melesatkan Bisnis Melalui Olah Marketing


Agar produk yang dimiliki bisa diterima pasar, banyak cara yang dilakukan para pelaku bisnis. Salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah strategi marketing. Hal inilah yang ditekankan oleh seorang woman marketer, Veronica Ratna Ningrum.

Melalui situs Personal Branding Agency, Indscript Creative dijelaskannya bahwa marketing atau pemasaran adalah suatu proses untuk mendekatkan produk yang telah dihasilkan pelaku bisnis kepada konsumen. Hal ini bertujuan agar produk tersebut dapat dengan mudah diakses oleh konsumen. Atau bisa juga produk tersebut agar bisa digunakan para konsumen untuk memenuhi kebutuhan secara tepat. Tidak bisa dipungkiri bahwa bagian marketing memang merupakan bagian yang sangat penting dan krusial dalam bisnis yang dijalankan. Hal ini semata-mata karena menentukan keberhasilan dari bisnis tersebut.

Pada dasarnya untuk melesatkan bisnis melalui olah marketing bisa dilihat dari dua sudut pandang. Pertama yaitu dari pihak produsen dan kedua dari pihak konsumen. Melalui pihak produsen apabila produk yang dihasilkan adalah barang maka sudah seharusnya untuk memperhatikan beberapa hal yaitu tempat, kualitas produk, harga hingga pola promosi.

Selasa, 16 April 2013

Terapi Diri Melalui Meditasi


Kehidupan saat ini semakin kompleks. Ada berbagai macam permasalahan yang harus dihadapi manusia. Adanya beragam masalah tersebut tidak jarang membuat manusia merasa tengah menanggung lebih banyak persoalan daripada sebelumnya. Setiap kehidupan yang dijalani serasa penuh dengan masalah. Dan rasanya memang tidak mungkin manusia lepas dari masalah. Setiap saat masalah datang bahkan tidak diundang. Adanya banyak masalah tersebut bukan berarti manusia tidak bisa mengatasi berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Bukan berarti manusia tidak memiliki cara untuk meringankan berbagai persoalan yang mereka tanggung. Salah satu cara yang dilakukan yaitu meditasi.
Melalui meditasi, pikiran akan diajak melanglang buana ke alam kedamaian yang terletak dalam diri setiap manusia. Ketika pikiran diri sendiri berada dalam lahan ketenangan, keindahan dan kebahagiaan nantinya dengan sendirinya akan terpancar dalam alam nyata. Ketika meditasi dilakukan secara sempurna, maka gelombang otak akan mencapai theta dimana pikiran bawah sadar mulai bekerja membawa keinginan, harapan dan cita-cita positif yang ingin diwujudkan.
Nah, pemandangan serba indah yang hadir di alam kedamaian tersebut selanjutnya akan menimbulkan energi baru dan aura positif. Adanya aliran energi baru dalam tubuh dan relaksasi yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas meditasi akan membawa kebugaran dan kesegaran tubuh. Hal ini bisa berfungsi sebagai terapi alami bagi tubuh. Akibatnya ada beberapa penyakit bahkan bisa disembuhkan melalui aktivitas meditasi tersebut. Tentu saja meditasi yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit harus melalui teknik yang benar.

Rabu, 10 April 2013

Review : Indomie Rasa Cabe Hijau



Sebelumnya saya telah membuat review tentang Supermi Rasa Semur Ayam Pedas maka kali ini saya akan membuat review Indomie Rasa Cabe Hijau. Tenang blog ini bukan hanya membuat review tentang mie instan kok :) sebelumnya saya juga pernah membuat review tentang sabun cuci :). Kalau anda ingin produk ataupun jualan anda ingin di review boleh kontak saya *promosi boleh kan? Hehe,

Baiklah, awalnya beberapa orang yang mencoba varian terbaru dari Indomie ini mengatakan bahwa rasa mie ini kurang enak. Ada yang mengatakan rasanya aneh, ada yang bilang langu karena cabe hijau. Tetapi berbagai masukan tersebut tidak mempengaruhi niat saya untuk mencobanya. Apalagi saya adalah seorang penggemar mie instan, tentu tidak hanya sekedar percaya perkataan orang lain, tetapi haru mencoba sendiri :)

Senin, 08 April 2013

Strategi Melesatkan Bisnis Kuliner


Salah satu bisnis yang cukup menjanjikan saat ini adalah bisnis makanan atau kuliner. Apalagi di era modern seperti saat ini tidak sedikit wanita bekerja di luar rumah. Hal ini membuat mereka memiliki keterbatasan dalam menyejikan masakan bagi keluarga. Selain itu, saat ini semakin banyak perusahaan yang membutuhkan makanan untuk para karyawannya.

Tidak hanya tu saja, tren melakukan aktivitas kumpul komunitas, rapat, kegiatan rekreasi di tempat kuliner juga semakin berkembang. Pada akhirnya kebutuhan makanan yang awalnya merupakan kebutuhan pokok justru bergeser menjadi kebutuhan rekreatif. Nah, dengan semakin berkembangnya bisnis makanan ini dimana bisnis ini menjadi primadona maka diperlukan strategi bagaimana me-manage sekaligus membesarkan bisnis kuliner tersebut.

Tidak mengherankan jika saat ini dengan semakin berkembangnya bisnis makanan tersebut tentu membuat persaingan para pelaku bisnis kuliner dewasa ini semakin sengit. Strategi dalam membidik pasar, menyajikan produk yang unik serta teknik pemasaran menjadi hal penting yang membuat produk makanan diburu konsumen.

Dalam mengantisipasi persaingan yang ada, Veronica Ratna Ningrum, seorang konsultan marketing sekaligus pebisnis di bidang kuliner justru melakukan kombinasi antara bisnis makanan yang menjadi primadona dengan keahliannya dalam mengemas sebuah program marketing. Hal inilah yang membuat bisnis kulinernya menjadi berbeda dengan bisnis sejenis lainnya.

Sabtu, 06 April 2013

Tiga Panduan Mengemas Ide dan Kreativitas Marketing



Jika Anda tengah mengembangkan sebuah usaha atau produk dan ingin memasarkan produk dengan lebih baik maka ada baiknya membaca sebuah artikel yang saya peroleh dari situs Personal Branding AgencyIndscript Creative berikut ini. Dimana dalam artikel tersebut disebutkan bahwasanya untuk menarik perhatian konsumen maka kita pun perlu mengemas cara marketing produk seperti halnya saat mengemas sebuah hadiah atau sajian. Karena penampilan merupakan salah satu faktor yang memiliki pengaruh terhadap nilai jual.

Sebuah produk yang bagus tetap membutuhkan strategi marketing yang tepat. Tanpa strategi marketing yang tepat maka produk tersebut tidak akan menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Namun tidak sedikit pula produk yang sebenarnya biasa saja, hanya karena dikemas dengan baik justru produk tersebut membuat pelanggan jatuh cinta, akhirnya perusahaan pun yang memperoleh untungnya.

Permasalahan yang terjadi pada dunia bisnis salah satunya tidak sedikit para pebisnis pada saat membuka bisnis, ia justru tidak tahu bisnis yang tengah digeluti. Akibatnya tidak jarang bisnis tersebut gagal dan tidak mampu eksis atau berkembang dengan baik.

Lalu bagaimana bisnis yang dikatakan berhasil tersebut? Bisnis yang berhasil ketika produk yang dihasilkan memiliki ‘sesuatu’ dibandingkan produk lainnya. Selain itu produk tersebut juga mampu memenuhi kebutuhan dari customer. Itulah sebabnya, dalam dunia bisnis kita sering melihat bahwasanya orang yang berhasil di dunia bisnis merupakan sosok pebisnis yang dapat mencetuskan ide dimana produk yang dihasilkan mampu menjadi pioneer dibandingkan bisnis yang dibuka hanya sekedar ikut-ikutan.

Nah, bagaimana dengan eksisting bisnis yang dimulai dari keunggulan produk yang dimiliki? Maka di sinilah peran strategi marketing harus dijalankan. Misalnya saja bagaimana menggarap customer hingga meyakinkan customer untuk membeli. Di sinilah ide dan kreativitas sangat diperlukan. Sebagai seorang marketer tentu harus jeli untuk menemukan ide menarik yang bisa dijadikan landasan dalam memasarkan produk kliennya. Ide yang ada pun nantinya bisa tampil menarik hanya dengan sedikit sentuhan kreativitas.

Jika ingin memasarkan produk Anda maupun klien Anda, tiga panduan sederhana berikut bisa membantu Anda untuk mengemas ide dan kreativitas, antara lain :

Mengenal Razi Thalib dan Dunia Digitalnya



Bidang Media Digital memiliki prospek sangat bagus di Indonesia. Inilah yang kemudian mendorong Razi Thalib, pemilik sekaligus pendiri sebuah agensi media digital di Jakarta, Bridges and Balloons ingin berbagi lebih banyak lagi mengenai pentingnya pemahaman media digital. Melalui pernyataannya di sebuah situs Personal Branding Agency, Indscript Creative disebutkan bahwasanya pemahaman media digital tersebut menurutnya diperlukan untuk membangun sebuah bisnis dalam jangka panjang. Dan untuk mendukung para pebisnis pemula, agensi miliknya tersebut pun memberikan sarana pendukung. Ditambah dengan sokongan sumber daya yang handal sehingga Bridges and Balloons bisa membantu para pemilik bisnis untuk bisa mengembangkan bisnisnya secara positif melalui penggunaan teknologi digital.

Konsultan dan pengusaha muda tersebut sebenarnya baru tiga tahun tinggal di Indonesia. Sebelumnya Razi justru malang melintang selama tujuh tahun sukses berkarir di industri media digital di Australia. Bidang media digital yang ditekuninya khususnya dalam bidang Manajemen Produk, Strategi, dan Pemasaran. Kecintaanya dalam bidang Digital Engagement tersebut kemudian mendorongnya membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya yaitu kembali ke Indonesia. Karena ia merasa bahwa tempat dimana ia dilahirkan tersebut memiliki peluang besar untuk mengembangkan bidang media digital tersebut.